Danau Kumbara, Primadona Ekowisata di Desa Kota Bangun III yang Penuh Pesona
Teks Foto : Pemandangan yang ada di objek wisata Danau Kumbara. (Ist)
mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Sejumlah danau ex tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak henti-hentinya menawarkan keindahan alam melalui ekowisatanya. Seperti salah satu pendatang baru yang tengah menjadi primadona di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Danau Kumbara.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mahardika, Deni Ilham Mardana menyebutkan Danau Kumbara merupakan danau yang terbentuk dari lubang bekas galian tambang yang tidak ditutup dan kemudian terendam air.
Sebelum benar-benar dijadikan sebagai tempat wisata, kawasan sekitar Danau Kumbara kerap dijadikan sebagai spot pengadaan event-event warga setempat seperti event memancing dan event layang-layang. Selain itu warga sekitar juga kerap memanfaatkan air dari danau untuk kebutuhan sehari-hari.
Melihat kawasan danau yang dinilai memiliki potensi dan daya tarik tersendiri kemudian tercetuslah sebuah ide untuk mengelolanya menjadi sebuah objek ekowisata dengan proses pembangunan yang dimulai pada 2019 lalu dan resmi dibuka pada 2020/2021.
“Mulai terbentuk sejak tahun 2019, dan launching di 2020. Tapi krna covid jadi hitungannya sejak 2022” ujar Deni saat dihubungi via telfon, Rabu (14/3/2024).
Danau Kumbara sendiri dikatakan Deni memiliki arti namanya sendiri. Kata Kumbara merupakan singkatan dari bahasal lokal yakni, Kumkuman Batu Bara. Kumkuman sendiri dalam bahasa jawa berarti rendaman, sedangkan Bara diambil dari kata Batu bara. Jadi secara keseluruhan Kumbara memiliki arti Batu bara yang tidak bisa diambil dari tanah karena terlanjur terendam air yang terlalu deras.
Adapun wisata yang ditawarkan Danau dengan luas hampir 2 hektare tersebut berupa keindahan pemandangan alam sekitarnya, serta pengunjung juga bebas memberi makan ikan yang ternyata banyak hidup di perairan danau akibat dari terjaganya ekosistem setempat.
Selain itu, Edi juga menambahkan akan segera hadir sarana baru berupa kolam renang yang lokasinya masih terletak di kawasan Danau Kumbara. Hadirnya kolam renang ini sebagai alternatif bagi para pengunjung yang ingin menikmati momen bermain air seperti berenang karena untuk berenang di area danau sendiri tidak diperbolehkan.
“Karena area danau merupakan lubang ex tambang yang berbahaya, kami membuat alternatif untuk yang ingin berenang dengan membangun wahana kolam renang. Insyaallah akan launching di tahun ini,” ungkapnya.
Selain kolam renang, Deni juga mengungkapkan akan segera menghadirkan wahana-wahana menarik lainnya agar dapat menggaet lebih banyak pengunjung untuk datang serta dapat memberdayakan warga sekitar dan pelaku usaha mikro lebih banyak lagi.
Kehadiran Danau Kumbara sebagai salah satu destinasi ekowisata di Desa Kota Bangun III tentunya menghadirkan harapan baru bagi masyarakat dan pemerintah setempat, karena dapat berfugsi sebagai motor penggerak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PADes).
Deni berharap, kedepannya Danau Kumbara akan semakin banyak dikenal masyarakat, tidak hanya dari masyarakat lokal saja namun juga dari berbagai daerah di luar sana.
“Saya berharap semoga melalui berbagai promosi yang kami lakukan, Danau Kumbara dapat semakin dikenal masyarakat luas. Dan semoga orang-orang yang datang ke Danau Kumbara mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan sehingga akan kembali lagi ke sini,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)






