Lorong Pasar Ramadhan 2024 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Harap Masjid Agung Sultan Sulaiman Jadi Kawasan Produktif
Teks Foto : Sesi potong pita sebagai simbolis peresmian lorong pasar Ramadhan oleh Bupati Kutai Kartanegara. (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Lorong Pasar Ramadhan yang tahun ini dikelola secara penuh oleh pengelola Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, resmi dibuka oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, pada hari pertama bulan Puasa 1445 Hijriah, Selasa (12/3/2024).
Peresmian pasar Ramadhan tahun ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya, pasar Ramadhan Tenggarong yang di tahun-tahun sebelumnya berada di dua titik berbeda, yakni di Jalan S Parman dan Jalan Panjaitan, dijadikan satu di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman.
Penyatuan ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat kemacetan yang sering terjadi di sepanjang dua lokasi tersebut, akibat berlangsungnya proses jual beli antar pedagang dan pengunjung pasar.
“Baru kami resmikan pembukaan pasar Ramadhan Tenggarong tahun 2024. Mengingat banyaknya laporan perihal kemacetan yg ada di dua tempat berlangsungnya pasar Ramadhan terdahulu, Alhamdulillah tahun ini kita jadikan satu titik di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman,” ujar Edi.
Di lorong Pasar Ramadhan kali ini ada sekitar 115 tenda pedagang yang sebagian besar diisi oleh penjual berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka, serta beberapa penjual pakaian muslim dan perlengkapan sholat.
Edi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, badan penyelenggara Masjid Agung, Pemerintah Kecamatan, OPD terkait dan yang paling utama adalah dukungan masyarakat serta pelaku UMKM atas terlaksananya Pasar Ramadhan tahun ini.
Ia berharap, dengan adanya pasar Ramadhan di satu titik ini dapat menjadikan kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong sebagai kawasan yang produktif serta mempermudah masyarakat dalam berbelanja jajajan untuk berbuka dan para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.
““Saya harap agar kawasan Masjid ini dapat optimal dan dikelola sebagai kawasan produktif. Sehingga aktivitas pergerakan ekonomi bisa terfasilitasi disekitar kawasan Masjid ini seperti halnya pasar ramadan kali ini,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)






