Gelar Dialog Kerawanan Pilkada 2024, Kesbangpol Kaltim dan Kukar Lakukan Persiapan Guna Jaga Kondusifitas Wilayah

Teks Photo : Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti. (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kesbangpol Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Dialog Dalam Rangka Kerawanan Pilkada Serentak 2024, di Hotel Grand Elty Tenggarong, Kamis (29/2/2024).

Turut hadir dalam acara ini peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa.

Adapun acara ini digelar guna menghimpun masukan dan saran untuk rekomendasi kepada kepala daerah dalam mengambil kebijakan terkait Kondusifitas wilayah selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.

Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kaltim, H Sufian Agus menyampaikan, akan ada banyak dinamika politik yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 nanti dan berpotensi dapat menyebabkan terganggunya Kondusifitas wilayah.

“Dialog ini diharapkan dapat menjadi wadah membuka informasi, sinergi dan kerja sama dengan aparat pemerintah dan semua tokoh untuk mengantisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan (ATHG),” ungkap Sufian.

Selanjutkan Sufian menjabarkan terkait Pilkada yang diselenggarakan berdasarkan amanah Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. Walaupun untuk tahapan Pemilu 2024 kemarin, untuk penerimaan suara masih terus berlangsung dan masih dalam tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Selanjutnya tahapannya akan masuk ke pleno rekapitulasi KPU kabupaten/kota, provinsi hingga KPU RI di pusat,” ungkapnya lagi.

Sufian juga bersyukur, Pemilu 2024 yang diadakan serentak pada tanggal 14 Februari lalu berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan seperti yang sempat diprediksi, khususnya di wilayah Kaltim. Maka dari itu, Kesbangpol Kaltim dan Kukar akan melakukan hal yang sama berupa antisipasi guna mencapai Pilkada 2024 yang aman dan kondusif pula.

Di kesempatan lain, Kaban Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk menyambut Pilkada tahun ini. Hal ini dilakukannya lebih awal karena mengingat kondisi geografis Kukar yang mencapai 27,263.10 kilometer persegi.

Menurut Rinda, upaya dalam menjaga keamanan selama pesta demokrasi merupakah hal yang wajib dilakukan. Tidak hanya dari pemerintah dan kepolisian, melainkan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sering ingatkan Ketua RT bahwa keamanan tidak hanya menjadi tugas Babinsa atau Bhabinkamtibmas saja ya,” ujar Rinda.

Selanjutnya, Rinda menambahkan, berdasarkan prediksi konstelasi kursi Pemilu 2024, untuk Pilkada Kukar tahun ini diperkirakan hanya akan ada dua partai di Kukar yang dapat mengusung penuh kandidat untuk menjadi kepala daerah.

“Karena harus memperoleh 20 persen suara atau minimal sembilan kursi. Melalui pilkada ini saya harap masyarakat bisa selektif memilih calon pemimpinnya,” tutupnya pungkasnya. (rl)