Dispar Kukar Gelar Rakernis Pengembangan Ekonomi Kreatif
Teks Photo : Penampilan salah satu pelaku seni pada acara Rakernis bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif se- Kalimantan Timur. (ist)
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan Ramah Tamah sekaligus Rapat Koordinasi Teknis bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif se- Kalimantan Timur (Kaltim), pada Jumat (24/2/2024) malam tadi.
Acara yang bertempat di halaman Planetarium Jagat Raya Tenggarong tersebut turut dihadiri oleh perwakilan pelaku Ekonomi Kreatif se-Kaltim.
Kepala Dinas Pariwisata, Slamet Hadiraharjo menyambut hangat para tamu undangan yang telah menyempatkan diri untuk datang ke Kabupaten Kukar.
“Kehadiran bapak ibu adalah indikator pencapaian kami, yang salah satunya mendatangkan wisatawan dan memenuhi okupansi hotel, ” ujarnya.
Selanjutnya, Slamet menjelaskan bahwa Kabupaten Kukar telah membentuk Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) tingkat Kabupaten. Dan telah masuk dalam daftar 34 kabupaten/kota kreatif se-Indonesia.
Untuk mempertahankan hal tersebut, Dispar Kukar kemudian mendorong perkembangan Ekraf dengan membentuk Kekraf di tingkat kecamatan di Kukar. Diketahui juga bahwa Kekraf tingkat kecamatan saat ini telah terbentuk di 15 kecamatan di Kukar.
“Kekraf Kukar sesuai dengan hasil Kemenparekaf bahwa subsektor unggulannya adalah seni pertunjukan kriya dan kuliner, ” ujar Slamet lagi.
Adapun upaya untuk meningkatkan subsektor Ekraf di Kukar, Slamet mengatakan bahwa pihak Dispar Kukar akan terus berkomitmen untuk memberikan pelatihan terkait peningkatan SDM pelaku Ekraf sehingga diharapkan untuk kedepannya subsektor kreatif yang ada di KuKar dapat terus berkembang.
“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kukar yang selalu mensupport kerja Dispar Kukar melalui program Kukar Kaya Festival dan Kukar Kreatif Idaman. Dan program ini masuk di dalam RPJMD kabupaten Kukar” ucapnya.
Terakhir, Slamet berharap kegiatan Rakernis tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Dan ia juta berharap kedepannya bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Kukar khusus provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). (rl)






