Lapas Tenggarong Berikan Pembinaan Barista Profesional Untuk WBP

Teks Photo : Salah satu barista WBP saat sedang meracik kopi (ist)

mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Tenggarong (16/02) Apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar kata Lapas? Bayangan tentang rupa tempat yang suram dan penuh keputusasaan terlintas di kepala ketika pertanyaan itu terlontar. Namun ada hal yang berbeda dibalik tingginya tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong. Di sinilah secercah harapan diberikan dibarengi semerbak aroma kopi yang memikat hasil dari tangan-tangan terlatih para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sengaja dibekali ilmu menjadi barista profesional agar siap bersaing di dunia luar.

The Bangkers Coffee namanya, sebuah cafe yang terletak di dalam Lapas Kelas II A Tenggarong. Bentuk nyata dari hasil transformasi para WBP di bawah bimbingan instruktur profesional.

Hampir setiap tahun diadakan pelatihan kemandirian khusus untuk para WBP, yang mana salah satunya adalah pelatihan menjadi barista. Dalam kegiatan ini para WBP akan diberikan pelatihan langsung oleh instruktur yang bersertifikasi agar dapat menghasilkan produk kopi yang berkualitas tinggi.

“Tujuan pelatihan ini adalah memulihkan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan WBP”. Ungkap Jumari Suwandoko Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas II A Tenggarong

Ada banyak ragam menu kopi yang disajikan, mulai dari yang unik seperti Kopi Penjara sampai yang menyegarkan seperti Es Kopi Lapas, semuanya disajikan langsung oleh tangan-tangan telaten para barista WBP dengan cita rasa yang tidak kalah dengan kafe-kafe ternama.

“Bahkan untuk kopi jenis arabica gayo langsung didatangkan dari Aceh”. Ujar Agus Dwirijanto Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong.

Keberadaan The Bangkers Coffee sebagai bagian dari program kemandirian di Lapas Kelas II A Tenggarong diharapkan dapat membekali para WBP dengan sejumlah keterampilan yang dapat dijadikan penunjang kehidupan mereka setelah bebas nanti.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Budi, salah seorang WBP tindak pidana narkotika yang divonis penjara selama 4 tahun 6 bulan dan masuk pertama kali di Lapas Kelas II A Tenggarong sejak bulan Februari 2022. Budi mengatakan bahwa di sini dia dididik dari 0 menjadi seorang barista, hingga akhirnya mampu meramu dan menyajikan kopi dengan standard layaknya kafe profesional di luar.

“Keterampilan ini sangat berharga bagi saya. Saya harap setelah bebas nanti, saya bisa membuka usaha kedai kopi sendiri,” ungkapnya penuh optimisme.

Kisah The Bangkers Coffee yang berada di Lapas Kelas II A Tenggarong menjadi bukti nyata bahwa dibalik stigma buruk masyarakat tentang dinginnya Lapas beserta isinya masih ada kehangatan dari secercah cahaya harapan untuk berbenah dan meraih mimpi menuju masa depan yang lebih baik. (rl)