Kesehatan Jadi Harta Berharga, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Galakan Pola Hidup Sehat

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mengajak masyarakat untuk menggalakkan pola hidup sehat. Reza mengatakan bahwa kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup. Dengan menjaga kesehatan, masyarakat dapat menikmati setiap momen dengan lebih baik dan mencapai potensi penuh dalam segala hal yang dilakukan.

Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan menerapkan pola makan seimbang, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari makanan yang tidak sehat. Selain itu, masyarakat juga harus aktif secara fisik dengan berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang sehat.

Reza juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dengan menghindari stres, bersikap positif, dan menjalin hubungan sosial yang harmonis.

“Kesehatan mental juga sangat penting untuk kesejahteraan kita. Jangan biarkan stres mengganggu kesehatan kita. Mari kita bersikap positif dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Mari kita juga menjaga hubungan sosial yang harmonis dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Ia pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menilai bahwa pemerintah telah berusaha keras untuk mengoptimalkan jaminan kesehatan nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Selain itu kita berharap pelayanan kesehatan yang dilaksanakan pemerintah terus meningkat, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun aksesibilitas. Kita juga berharap pemerintah dapat memberikan insentif yang layak kepada tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya,” imbuhnya.

Reza menyoroti bahwa tenaga kesehatan adalah aset bangsa yang harus dihargai dan dihormati. Mereka telah berjuang dan berkorban untuk menyelamatkan nyawa masyarakat, terutama di masa pandemi ini.

“Tenaga kesehatan adalah pahlawan kita. Mereka pantas mendapatkan penghargaan dan kesejahteraan yang baik. Kita harus mendukung dan menghormati mereka,” ungkap Reza.

Reza juga menekankan pentingnya pemenuhan tenaga kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ia mengatakan bahwa jumlah tenaga dokter di pedalaman masih belum seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

“Pemprov Kaltim harus memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan yang mau bertugas di wilayah 3T. Selain itu, juga harus memastikan fasilitas kesehatan di sana memadai dan terjangkau oleh masyarakat,” ucapnya.

Reza mengemukakan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim yang membidangi kesehatan dan pendidikan akan terus mengawasi dan mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah 3T.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap program pemerintah daerah dalam bidang kesehatan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan masukan dan saran yang konstruktif,” tutup Reza.