Dewan Usulkan Program BKT Diperluas
SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Demokrat, Sutomo Jabir, usulkan program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) bisa menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Hal itu diakuinya selama ini program tersebut masih belum optimal, dalam memberikan kesempatan yang sama bagi semua lapisan masyarakat.
Ia mengatakan, program BKT sangat bermanfaat bagi putra-putri Kaltim, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, ia melihat program tersebut masih terbatas untuk mahasiswa yang sudah kuliah, sedangkan lulusan SMA yang ingin kuliah masih kesulitan mendapatkan beasiswa.
“Kami minta supaya program beasiswa ini bisa diperluas, tidak hanya untuk mahasiswa yang sudah kuliah, tapi juga untuk lulusan SMA yang ingin kuliah. Karena banyak warga yang tidak mampu membiayai anak mereka ke perguruan tinggi,” tuturnya.
Selain itu, Sutomo juga meminta agar alokasi anggaran untuk program BKT bisa ditingkatkan, sehingga kuota penerima beasiswa juga bisa bertambah, dengan begitu program BKT bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Kaltim.
“Kami harap Pemprov Kaltim bisa mengalokasikan anggaran lebih besar untuk program beasiswa ini, karena ini adalah investasi untuk masa depan Kaltim. Dengan beasiswa ini, kami berharap bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu,” harapnya.
Program BKT merupakan program unggulan Pemprov Kaltim, yang sudah berjalan sejak era kepemimpinan Gubernur Kaltim dua periode, Awang Faroek Ishak hingga Gubernur Kaltim periode 2018-2023, Isran Noor. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa Kaltim yang berprestasi.
Di era kepemimpinan Isran Noor, Pemprov Kaltim sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk mendanai program BKT. Program ini diharapkan bisa membantu mewujudkan visi Kaltim sebagai provinsi yang maju, mandiri, dan sejahtera.






